LINGGA, Gebraknusantara.id – Sebuah langkah mengejutkan sekaligus melegakan diambil oleh Kepala Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Hanafi, S.I.Kom. Di tengah masa pengabdiannya yang telah berjalan selama satu dekade lebih, ia secara resmi melayangkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Desa Resang.
Keputusan yang diambil per tanggal 8 April 2026 ini bukan tanpa alasan. Hanafi menunjukkan sikap kesatria dengan mengakui bahwa dirinya perlu fokus penuh untuk menyelesaikan persoalan pribadi. Ia menyadari bahwa standar tinggi yang ia tetapkan dalam memimpin tidak akan tercapai secara optimal jika pikirannya terbagi.
Prinsipil, Integritas Pelayanan Publik Harus Dijamin
Dalam surat resminya yang ditujukan kepada Bupati Lingga, Hanafi menegaskan bahwa langkah berat ini diambil demi menjaga stabilitas dan integritas kinerja Pemerintah Desa Resang. Ia tidak ingin urusan administrasi dan pelayanan kepada masyarakat terganggu akibat situasi personal yang sedang ia hadapi.
“Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang… agar segala bentuk pelayanan publik dan urusan administrasi kantor desa tidak terganggu serta dapat terus berjalan dengan maksimal,” tulis Hanafi dalam surat tersebut.
Pesan untuk Warga Desa Resang
Melalui pesan singkat yang ia sampaikan kepada masyarakat Desa Resan dibeberapa forum, Hanafi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Terhitung selama 10 tahun 6 bulan mengabdi sebagai Kepala Desa, ia menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kesalahan.
“Perjalanan panjang selama 10 tahun 6 bulan pengabdian , selaku manusie biase, tentu banyak salah daripade betulnya. Untuk itu, dengan segale kerendahan hati, saye meminta kepada seluruh masyarakat Desa Resang agar dapat memaklumi keterbatasan yang saye punye, ibarat kata pepatah lame, ambil yang jernih, buang yang keruh,” ungkap Hanafi dengan logat melayu yang kental.
Ia juga menekankan bahwa meski surat pengunduran diri telah diajukan, statusnya akan dinyatakan inkrah atau final setelah Bupati Lingga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian secara permanen sesuai regulasi yang berlaku.
Harapan untuk Generasi Muda
Di akhir pernyataannya, Hanafi berpesan agar masyarakat Desa Resang tetap menjaga silaturahmi dan tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik atau golongan. Ia menaruh harapan besar pada pundak generasi muda untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Desa Resang agar jauh lebih baik ke depannya.
Langkah Hanafi ini menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Lingga. Banyak pihak menilai ini adalah preseden langka di mana seorang pemimpin berani melepaskan jabatan demi menjaga marwah institusi dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Hanafi menjadi anomali dikala masyarakat dipertontonkan oleh sikap arogan seorang pejabat publik yang bertahan mati-matian demi kekuasaan yang sesungguhnya “hampa”.
So? WELL DONE, KNIGHT‼️ 👍







