Tunda Bayar Proyek 2025 Hantam Kontraktor Lingga, Sekda Masih Bungkam

LINGGA (Gebraknusantara.id) – Gelombang protes terkait mandeknya pembayaran proyek tahun anggaran 2025 di Kabupaten Lingga semakin memanas. Meski seruan aksi unjuk rasa besar-besaran telah dijadwalkan pada Senin (6/4/2026) mendatang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, hingga berita ini diturunkan masih enggan memberikan tanggapan.

​Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh tim redaksi Gebraknusantara.id pada Jumat (3/4) melalui pesan elektronik terkait kepastian pembayaran termin proyek belum membuahkan hasil. Meski pesan konfirmasi dan lampiran poster seruan aksi telah terkirim ke nomor WhatsApp pribadinya, Sekda Lingga belum memberikan jawaban sepatah kata pun mengenai solusi bagi para kontraktor yang kini di ujung tanduk.

Jeritan Kontraktor: “Jangankan Untung, Kami Sudah Buntung”

​Keterlambatan pembayaran yang molor hingga April 2026 ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak. Para kontraktor lokal di Lingga mengaku telah kehabisan napas menghadapi bunga pinjaman bank dan tagihan material yang terus membengkak.

“Jangankan untung, yang ada saat ini kami sudah buntung. Yang parahnya lagi, dana yang kami pinjam untuk menalangi proyek pemerintah itu bunganya terus berbunga,” keluh salah satu kontraktor yang enggan disebutkan namanya.

Aksi “Semakin Ditekan Semakin Melawan”

​Bungkamnya pihak Pemerintah Kabupaten Lingga seolah menjadi pemicu bagi Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga dan para kontraktor untuk turun ke jalan. Berdasarkan poster yang beredar luas, aksi akan menyasar tiga titik sentral: BPKAD, Gedung DPRD, dan Kantor Bupati Lingga.

​Publik kini menunggu, apakah pemerintah akan terus menutup mata hingga massa mengepung kantor Bupati, atau segera memberikan kepastian terkait hak-hak para pekerja yang telah menyelesaikan kewajibannya sejak tahun lalu tersebut.

Latest News
Advertise