THR ASN Lingga Terancam Kandas: Alasan Klasik “Tunggu Transfer Pusat” Kembali Terulang

LINGGA (Gebraknusantara.id) – Harapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga untuk merayakan Idul Fitri dengan tenang tampaknya harus terkubur dalam-dalam. Hingga memasuki pertengahan Maret 2026, kepastian pembayaran Gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) masih gelap gulita.

​Kondisi ini menjadi pukulan telak mengingat batas waktu hari kerja efektif sebelum memasuki cuti bersama Lebaran jatuh pada tanggal 15 Maret 2026. Jika hingga batas tersebut anggaran belum tersedia, maka dipastikan ASN Lingga akan merayakan hari raya tanpa sokongan tunjangan dari pemerintah daerah.

Sekda Lingga: Belum Terima Transfer Pusat

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, H. Armia, mengonfirmasi bahwa kendala utama belum cairnya hak ASN tersebut disebabkan oleh faktor eksternal. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lingga hingga saat ini masih menunggu aliran dana dari Pemerintah Pusat.

​“Belum terima transfer pusat,” ujar H. Armia singkat saat dikonfirmasi terkait keterlambatan pembayaran gaji ke-14 ASN di Kabupaten Lingga, Sabtu (14/03/2026).

​Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa nasib kesejahteraan ASN Lingga sepenuhnya bergantung pada kebijakan pusat, tanpa adanya dana cadangan atau skema antisipasi dari kas daerah.

Kritik Pedas: “Lebaran Bukan Peristiwa Mendadak”

​Ketidakpastian ini memancing reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya Teddy Maembong. Ia menilai alasan “menunggu pusat” adalah argumen klise yang terus diputar ulang setiap tahun, seolah-olah pemerintah daerah tidak belajar dari pengalaman sebelumnya.

​”Lebaran datang setiap tahun, bukan kejutan. Tanggalnya sudah bisa diprediksi jauh hari. Lalu mengapa setiap tahun pula alasan yang sama terus berulang?” cetus Teddy dalam keterangannya.

​Ia mempertanyakan mengapa daerah lain mampu menunaikan kewajiban kepada ASN secara tepat waktu, sementara Lingga selalu terjebak dalam kemelut administratif yang sama. Menurutnya, ASN adalah tulang punggung pelayanan publik yang seharusnya mendapatkan kepastian hak, terutama menjelang hari besar keagamaan.

​”Jangan sampai setiap tahun ASN Lingga dipaksa memahami keadaan, sementara pemerintah daerah terus mengulang alasan yang sama. Menghargai ASN bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat kepastian hak mereka,” tegasnya lagi.

Ironi di Tengah Beban Ekonomi

​Situasi ini menambah daftar panjang carut-marut pengelolaan keuangan di Negeri Bunda Tanah Melayu. Dengan kebutuhan keluarga yang meningkat menjelang Idul Fitri, ketiadaan THR akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya di pusat-pusat ekonomi seperti Dabo Singkep dan Daik.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pencairan dana tersebut. Para ASN kini hanya bisa bersabar menanti keajaiban di detik-detik terakhir sebelum kantor-kantor pemerintahan resmi ditutup untuk libur panjang Lebaran.

Latest News
Advertise