Oleh: Eka Arie Sandy 👈Klik aja!

LINGGA (Gebraknusantara.id) – Kepercayaan masyarakat terhadap institusi legislatif di Kabupaten Lingga berada di titik nadir. Setelah sempat menjanjikan angin segar dalam aksi demonstrasi pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga secara mengejutkan mengeluarkan surat penundaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait hutang proyek 2025 secara sepihak.

​Surat bernomor B/170/DPRD/071 yang ditandatangani Ketua DPRD Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP, tertanggal 10 April 2026 itu praktis membatalkan agenda RDP yang seharusnya digelar Senin (13/4). Dengan alasan klasik “Rapat Koordinasi Rasionalisasi Anggaran”, DPRD mengundur pertemuan hingga Senin, 20 April 2026.

Baca juga: Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Seorang ASN Lingga Resmi Lapor Polisi

Pertontonkan Budaya Ingkar Janji

​Keputusan ini memicu gelombang kekecewaan mendalam. Sikap DPRD dinilai tidak memiliki rasa malu karena mempertontonkan praktik ingkar janji secara gamblang di hadapan publik. Alasan rapat internal yang mendadak dianggap banyak pihak sebagai skenario “ulur waktu” yang sengaja dibuat-buat untuk menghindari tekanan massa.

​Ketua DPD Gerak Kepri Kabupaten Lingga, Ade Fariansyah, yang juga merupakan bagian dari Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga, mengecam keras sikap “mencla-mencle” para wakil rakyat tersebut.

Ade Fariansyah, Ketua DPD GERAK Kabupaten Lingga.
Baca juga: Kepala Desa Tinjul Bantah Penyerobotan Lahan, Klaim Kantongi Sertifikat Hak Pakai dan Dokumen Sejarah

Perjuangan yang Dikhianati

​Bagi Ade, pengunduran jadwal ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan penghinaan terhadap perjuangan rakyat. Ade menceritakan betapa besarnya effort yang harus ia keluarkan demi mengawal isu ini. Berdomisili di Kota Dabo Singkep, Ade harus bertaruh dengan jadwal kapal penyeberangan dan menempuh perjalanan laut yang melelahkan menuju Ibukota Daik Lingga.

“Kami datang dengan niat baik menagih hak rakyat, menyeberangi lautan dari Singkep ke Daik lebih awal dari yang lain, tapi justru disambut dengan surat penundaan yang tidak punya empati ini. Seolah-olah rakyat ini gampang ditipu dengan alasan yang dicari-cari,” tegas Ade dengan nada geram.

Baca juga: Lahan Diserobot dan Ditanami Sawit Tanpa Izin, Sudirman Resmi Lapor ke Polres Lingga

Mosi Tidak Percaya Menguat

​Sikap tertutup Pemkab Lingga dan kini diikuti oleh pengunduran jadwal sepihak oleh DPRD memperkuat mosi tidak percaya masyarakat. Publik menilai, jika untuk bertemu dan berdialog saja pemerintah terkesan “alergi” dan berbelit-belit, maka komitmen pembayaran hutang proyek 2025 yang dijanjikan cair akhir April patut dipertanyakan kebenarannya.

​Aliansi Pemuda Kabupaten Lingga menegaskan tidak akan tinggal diam. Slogan “Semakin Ditekan, Semakin Melawan” diprediksi akan kembali mengguncang Ibukota Daik jika RDP mendatang kembali berakhir dengan janji-janji hampa.

#JejadilahKejeNgayamTu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *