Oleh Eka Arie Sandy
Lingga – Program fasilitasi kuliah sambil bekerja di Korea Selatan yang digagas Politeknik Lingga memasuki tahap akhir pendaftaran. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 46 calon peserta telah mendaftarkan diri, menyisakan 10 kuota tambahan bagi masyarakat umum yang berminat mengubah masa depan di Negeri Ginseng.
Direktur Politeknik Lingga, Ahmat Endang Two Sulfiar, memaparkan bahwa pihaknya membuka dua jalur utama yang dapat dipilih oleh calon peserta sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing.
”Kami membuka jalur pendaftaran untuk dua program, yakni Jalur Studi S2 sekaligus kerja paruh waktu (part-time), serta Jalur S1 Double Degree yang juga dipadukan dengan kerja paruh waktu,” terang Ahmat Endang saat memberikan keterangan teknis di Gedung Implasemen Dabo Singkep.
Untuk memudahkan calon pendaftar, berikut adalah rincian persyaratan dan dokumen yang diperlukan:
Kriteria Jalur Program:
- Program S1 (Double Degree + Kerja Part Time): Usia maksimal 25 tahun.
- Program S2 + Kerja Part Time: Usia maksimal 30 tahun.
Dokumen yang Dibutuhkan (Format Scan):
- Scan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Scan Ijazah SMA/SMK/MA/Sederajat (untuk pendaftar S1).
- Scan Ijazah S1 (untuk pendaftar S2).
- Pas Foto 2 lembar (latar belakang putih, ukuran 3×4).
- Scan Paspor (jika sudah tersedia).
- Mengisi formulir melalui Google Drive (diberikan setelah melakukan pendaftaran di tempat).
”Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Desember dan akan berakhir pada 29 Desember 2025. Kami masih membuka peluang bagi 10 orang lagi untuk melengkapi kuota ini,” tambahnya.
Eksistensi Kampus dan Dedikasi Seorang Alias Wello
Keberlanjutan program internasional ini tidak lepas dari komitmen pendiri Politeknik Lingga, H. Alias Wello. Meski saat ini tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah, perhatiannya terhadap akses pendidikan dan lapangan kerja bagi pemuda Lingga tetap berjalan konsisten.

Politeknik Lingga tetap berdiri tegak di tengah berbagai keterbatasan. Di balik operasional kampus yang terus berkembang, peran personal Alias Wello menjadi kunci utama. Tak jarang, ia harus merogoh kocek pribadi demi memastikan institusi ini tetap mampu memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Lingga, meskipun dukungan pemerintah saat ini tergolong minim.
Mengenai legalitas program, Alias Wello memberikan jaminan langsung untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat:
”Program ini resmi dan memiliki dasar hukum yang jelas. Ini bukan seperti pengiriman tenaga kerja ilegal yang belakangan viral. Kami sudah melakukan MOU dengan universitas di Korea dan akan melaporkannya ke Kedutaan Besar RI. Jadi orang tua tidak perlu khawatir, ini saya jamin,” ungkap Alias Wello.
Bagi Alias Wello, program ini adalah solusi nyata atas minimnya lapangan pekerjaan di daerah. Ia berharap para mahasiswa dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus membawa pulang ilmu teknologi modern untuk memajukan daerah nantinya.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan langsung dengan mendatangi kampus Politeknik Lingga di Gedung Implasemen Dabo Singkep sebelum batas waktu penutupan di akhir bulan ini.
Baca Juga:
Buka Peluang Emas ke Korea, Alias Wello Jamin Program Politeknik Lingga Resmi dan Anti-Ilegal
Menhan Sjafrie Minta Korupsi Mandek Dilaporkan, Kasus Bonsai di Lingga Kini Jadi Sorotan Utama



