Klarifikasi Pria Inisial Z Terkait Isu Calo Rekrutmen Polri di Lingga: “Ini Upaya Kriminalisasi karena Saya Kritis”

LINGGA – Menanggapi pemberitaan mengenai dugaan penipuan rekrutmen Polri yang menyeret namanya, pria berinisial Z akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi mendalam. Z secara tegas membantah adanya unsur menjanjikan kelulusan dalam proses seleksi tersebut.

​Menurut Z, narasi yang beredar saat ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan pihak pelapor adalah hubungan kekeluargaan, sehingga niatnya hanyalah membantu saudara sendiri.

​”Saya ingin klarifikasi bahwa unsur menjanjikan kelulusan polisi itu tidak benar, karena itu bukan kewajiban saya. Kalau untuk membantu jalan (mengarahkan), saya rasa wajar karena itu bagian dari keluarga saya,” ujar Z dalam keterangannya.

​Terkait nominal uang Rp60 juta yang sempat mencuat, Z menjelaskan bahwa uang tersebut bukan merupakan biaya perjanjian kelulusan, melainkan hanya sebagai “pegangan” sementara. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk melakukan penipuan.

​”Kalau saya punya niat menipu, tidak mungkin saya memberikan nomor rekening pribadi saya. Bahkan, saat ini kami sudah memiliki surat kesepakatan damai di Polres dan uang tersebut sudah dikembalikan seluruhnya. Bukti pengembalian berupa kuitansi juga ada,” tambahnya.

Dugaan Kriminalisasi dan Tekanan Politik

​Z mencurigai bahwa mencuatnya kembali persoalan lama ini ke publik merupakan upaya untuk membungkam sikap kritisnya terhadap kondisi Kabupaten Lingga saat ini. Ia merasa sedang diincar oleh pihak tertentu karena gencar melontarkan kritik keras, terutama terkait isu pengundulan hutan dan situasi darurat ekonomi di Lingga.

​”Saya bisa saja beranggapan ini adalah bentuk tekanan buat saya. Belakangan ini saya mengkritik keras keadaan Lingga, bahkan terkait persoalan pengundulan hutan. Saya tahu informasi bahwa saya memang sedang diincar hingga persoalan lama ini dimunculkan kembali dengan narasi yang berbeda,” tegas Z.

​Z menyatakan bahwa hubungannya dengan saudaranya (pihak yang bersangkutan) hingga saat ini masih terjalin sangat baik dan masih berkomunikasi secara intens. Menurutnya, pihak keluarga sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan hal ini lagi.

​Ia berharap pihak-pihak tertentu tidak “menggoreng” isu ini demi kepentingan politik atau untuk menjatuhkan kredibilitasnya sebagai aktivis yang kritis.

​”Saya sangat menjunjung tinggi institusi Polri yang berdedikasi bagi masyarakat, tidak mungkin saya berani melakukan hal (penipuan) tersebut. Saya harap jangan ada yang memanfaatkan persoalan keluarga ini hanya karena saya suka mengkritik demi kemajuan Lingga yang sedang darurat ekonomi,” tutupnya.

Latest News
Advertise