GAMNR Kecewa, Arah Pembangunan Provinsi Kepri Yang Tidak Konsisten dan Berskala Prioritas

Tanjungpinang, gebraknusantara.id – Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang menyoroti sikap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan DPRD Kepri yang terkesan tidak konsisten dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, ujar Said Ahmad Syukri (SaS Joni) Kamis (23/10) di Kantor Redaksi gebraknusantara.id.

Rencana Bentuk Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

Sas Joni selaku Ketua GAMNR Tanjungpinang, menyatakan kekecewaannya terhadap rencana ambisius pembangunan Tugu Bahasa Kepri senilai 100 miliar, sementara proyek vital Pelabuhan Kuning Penyengat justru mandek tanpa kejelasan.

Harapan dan janji pemerintah serta DPRD Kepri untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Penyengat Kuning seakan hanya omon-omon. Sampai hari ini, kondisi gerbang utama menuju Pulau Penyengat justru semakin miris, tegas Sasjoni, warga  masyarakat Penyengat.

Ia menilai, ketimpangan tersebut menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Pelabuhan Kuning, menurutnya, bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi simbol peradaban dan akses utama bagi wisatawan yang datang ke pulau bersejarah itu.

Bagaimana mau bicara pariwisata budaya dan kebangkitan ekonomi lokal kalau akses dasar saja diabaikan. Sementara proyek yang tidak menyentuh langsung masyarakat justru mendapat perhatian besar, tambahnya.

GAMNR meminta Pemprov Kepri dan DPRD untuk segera memprioritaskan penyelesaian DED dan pembangunan fisik Pelabuhan Kuning, sebagaimana pernah dijanjikan melalui RDP dan Pertemuan Lintas OPD, bahkan Walikota Terpilih pun ikut Rapat Bersama Tokoh Adat dalam Memutuskan di salah satu restoran kala itu.

Kami tidak anti pembangunan, tapi kami ingin pembangunan yang berpihak pada rakyat. Jangan hanya gagah di konsep dan wacana, tapi nihil di lapangan, tutup Sasjoni. (red-01)

Latest News
Advertise