Tokoh Pemuda Kepri Desak Evaluasi Kinerja SPAM Mantang Lama

BINTAN, Gebraknusantara.id – Tokoh Pemuda Kepulauan Riau, Sasjoni, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten Bintan atas buruknya kualitas air yang disuplai melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan. Sabtu, (21/6/25).

Inilah hasil investigasi dan dokumentasi di lapangan, tampak air terlihat keruh pekat berwarna kuning – coklat. (Kaki: Timur)

Berdasarkan dokumentasi lapangan per tanggal 21 Juni 2025, udara yang dikonsumsi warga tampak keruh pekat berwarna kuning – cokelat dengan endapan yang mencurigakan.

Diduga kuat, kondisi ini merupakan akibat kontaminasi logam seperti besi (Fe) dan mangan (Mn), mikroorganisme, atau penyebaran bahan organik dalam sistem distribusi udara yang tidak terawat. Ujar Sasjoni

“Ini bukan hanya persoalan pelayanan, ini soal kesehatan dan nyawa masyarakat. Setiap bulan warga dipungut Rp90.000, tapi airnya tidak layak bahkan untuk mandi,” Tegasnya.

Kondisi ini jelas bertentangan dengan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum dan Air Bersih, yang menyatakan bahwa air bersih harus bebas dari warna, bau, rasa, serta tidak mengandung logam berat melebihi ambang batas.

Sasjoni menuntut Bupati Bintan untuk segera mengambil sikap sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Camat Mantang, karena dinilai abai dalam pengawasan layanan dasar di wilayahnya.

2. Memerintahkan Dinas PUPR atau instansi teknis terkait untuk segera turun tangan melakukan uji laboratorium dan pembersihan sistem distribusi SPAM.

3. Menyediakan solusi darurat berupa pasokan air bersih ke rumah-rumah warga menggunakan mobil tangki sampai sistem SPAM dinyatakan layak kembali.

“Kesehatan masyarakat tidak bisa ditunda. Pemerintah harus segera hadir sebelum muncul penyakit akibat polusi udara,” pungkas Sasjoni. (redaksi)

Latest News
Advertise