Oleh: Eka Arie Sandy | Gebraknusantara.id
LINGGA – Kesabaran publik di Kabupaten Lingga telah habis. Proyek semenisasi jalan di Desa Kuala Raya, Kecamatan Singkep Barat, yang terindikasi dikerjakan secara “asal jadi” kini memicu amarah organisasi masyarakat. Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lingga, Arman Arsyad, secara tegas meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk segera turun tangan dan meninjau langsung ke lokasi.
“Ini proyek dari uang rakyat, pergunakan lah sebaik baiknya untuk kepentingan rakyat, jangan sampai ada indikasi permainan culas yang merugikan masyarakat,” tegas Arman Arsyad.
Proyek senilai Rp399.994.000 ini, berdasarkan papan informasi, dikerjakan oleh CV. Tiga Pilar Selaras dan diawasi oleh CV. Berkat Karya Konsultan. Namun, saat tim investigasi Gebraknusantara.id turun ke lokasi, fakta yang ditemukan adalah sebuah cermin dari kegagalan total dalam pengawasan.
Temuan paling mengejutkan adalah spesifikasi besi tulangan yang jauh di bawah standar. Jika sebelumnya diduga besi cor dipasang selebar 2,5 meter, investigasi di lapangan menemukan bahwa kenyataannya lebar besi yang digunakan hanya 2,1 meter. Ini merupakan penyimpangan yang sangat signifikan dan berpotensi membuat jalan tidak memiliki kekuatan struktural yang memadai, sehingga rentan rusak dalam waktu singkat.
Lebih parah lagi, di lokasi proyek yang sedang berlangsung, tidak terlihat satu pun perwakilan dari konsultan pengawas, CV. Berkat Karya Konsultan. Ketiadaan konsultan di lapangan bukan sekadar kelalaian; ini adalah pelanggaran fatal yang membiarkan proyek berjalan tanpa verifikasi mutu, biaya, dan waktu yang seharusnya. Ini adalah sinyal kuat bahwa pengawasan yang dijanjikan pemerintah hanyalah formalitas di atas kertas, sementara di lapangan, proyek dibiarkan berjalan tanpa kendali.
Saat wartawan mengonfirmasi temuan ini kepada kepala tukang proyek yang berinisial P, jawabannya justru menambah keraguan. P mengakui bahwa ia sendiri tidak memegang dokumen gambar pengerjaan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. “Kami bekerja sesuai arahan aja,” ujar P, yang kemudian mengarahkan wartawan kepada seseorang bernama “Jang” untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek vital ini dikerjakan tanpa panduan teknis yang jelas di tangan pelaksana, menguatkan dugaan bahwa pekerjaan ini memang dilakukan secara “asal-asalan.”
Ditambah lagi, laporan dari salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya, mengindikasikan bahwa campuran adukan semen juga tidak proporsional. Para pekerja mencampur material hanya dengan sekop, tanpa menggunakan alat bantu ukur, yang dapat menyebabkan kepadatan semen tidak merata dan mempercepat kerusakan jalan.
Kombinasi dari temuan-temuan ini – besi tulangan yang tidak sesuai, absennya pengawas, dan pengerjaan tanpa RAB – telah menyulut kemarahan di kalangan masyarakat. Masyarakat Desa Kuala Raya menuntut pertanggungjawaban serius dari pihak-pihak terkait. Keresahan ini “diaminkan” langsung oleh Kepala Desa Kuala Raya, Misran, yang menegaskan bahwa tuntutan masyarakat untuk kejelasan dan kualitas adalah hal yang sangat wajar.
“Jalan adalah sektor yang sangat vital dan urat nadi kehidupan masyarakat. TINDAK JIKA MELANGGAR! Dinas Turun, jangan hanya memantau dari atas meja!!!”, tegas Arman Arsyad, menambahkan seruan keras bagi pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan.
Sementara itu, pihak berwenang seolah bersikap pasif. Ketika dikonfirmasi, salah satu pejabat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kartini Srikandi, hanya memberikan respons singkat dan terkesan meremehkan.
“Terimakasih infonya, saya coba cek sama konsultan di lapangan dan kerjaan masih berjalan,” jawabnya melalui aplikasi pesan pada Rabu (03/09).
Respons ini dinilai tidak mencerminkan urgensi masalah yang sedang terjadi dan semakin menambah kekecewaan publik. Padahal, Kepala Dinas Perkim Kepri Said Nursyahdu sendiri pernah menegaskan akan memutus kontrak bagi kontraktor yang tidak bekerja sesuai mutu.
Baca Juga >> Investigasi Dilapangan: Semenisasi Jalan Kuala Raya Terungkap Lebih Parah Dari Dugaan
Kini masyarakat Desa Kuala Raya menunggu langkah tegas dari Pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dalam pengerjaan proyek tersebut.
Penulis : Eka Arie Sandy