Mantan Kades Kuala Raya Angkat Bicara: “PT SPP Mencederai Hak Demokrasi Warga!”

LINGGA – Gelombang penolakan terhadap aktivitas PT Singkep Payung Perkasa (SPP) di Desa Kuala Raya kini mendapatkan dukungan moral kuat dari tokoh sentral setempat. Suryadi Hamzah, Kepala Desa Kuala Raya periode 2009-2015, secara terbuka menyatakan keraguan mendalam atas komitmen perusahaan perkebunan sawit tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat.

Konsep yang Membungkam Suara Rakyat

​Suryadi menilai, pendekatan yang dilakukan manajemen PT SPP saat ini telah melenceng jauh dari nilai-nilai keterbukaan. Ia menuding konsep perkebunan yang ditawarkan justru menjadi alat untuk mengunci aspirasi warga, seolah masyarakat tidak diberikan ruang untuk bernegosiasi secara adil.

​”Konsep yang mereka terapkan saat ini jelas mencederai hak demokrasi masyarakat. Suara warga seakan sengaja dikunci agar hanya bisa mengikuti skema sepihak dari perusahaan,” tegas Suryadi dengan nada bicara yang berwibawa namun tajam.

“Skor Kembali ke Titik Nol”

​Lebih lanjut, Suryadi memberikan ultimatum keras kepada pihak manajemen. Jika kehadiran perusahaan hanya menciptakan kegaduhan dan potensi kerugian di kedua belah pihak—baik perusahaan maupun warga—ia menyarankan agar PT SPP berhenti melakukan manuver di wilayahnya.

​”Jika perusahaan merasa rugi dan masyarakat juga merasa dirugikan, lebih baik PT SPP mundur teratur. Kita kembalikan skor ke titik nol saja,” cetusnya.

 

​Suryadi menambahkan bahwa dirinya mulai mencium aroma ketidakberpihakan perusahaan terhadap kepentingan lokal. “Bau tidak pro-masyarakat ini mulai tercium ‘amis’ di hidung saya. Kami tidak butuh janji manis, yang kami butuhkan adalah karya nyata yang tidak menyengsarakan hak-hak rakyat,” tambahnya.

Peringatan Keras: Jangan Bicara Teori

​Mantan Kepala Desa ini mengingatkan agar para petinggi PT SPP bersikap lebih bijaksana dan realistis. Menurutnya, pihak perusahaan seharusnya menyadari bahwa keberlangsungan investasi mereka sangat bergantung pada dukungan dan restu dari masyarakat setempat.

​”Jangan bicara terlalu teoritis. Mereka harus sadar bahwa mereka butuh dukungan warga untuk proses selanjutnya. Jangan buat warga kesal di awal. Kalau warga sudah telanjur kesal, ya siap-siap saja investasi ini berakhir GATOT (Gagal Total),” pungkasnya.

​Suryadi mendesak agar manajemen PT SPP segera melakukan pertemuan ulang dengan seluruh elemen masyarakat Desa Kuala Raya untuk menjernihkan kebuntuan komunikasi yang terjadi selama masa sanggah lahan ini.

Latest News
Advertise