Tok Agus Ramdah Sebut Klarifikasi Kades Suak Buaya Hanya Alibi: “Itu Proyek Mangkrak!”

LINGGA (Gebraknusantara.id) – Ketua LAMI Provinsi Kepri, Abdul Karim alias Tok Agus Ramdah, bereaksi keras terhadap klarifikasi yang disampaikan Kepala Desa Suak Buaya terkait sejumlah proyek yang diduga bermasalah. Menurutnya, alasan yang disampaikan pemerintah desa hanyalah alibi untuk menutupi keteledoran perencanaan.

​Tok Agus menyoroti dalih Kades yang menyebut dana lapangan bola di-SiLPA-kan karena kendala medan. “Itu alibi untuk berkelit. Seharusnya dalam perencanaan, segala sesuatu sudah diperhitungkan cermat. Bagaimana mungkin kendala teknis baru disadari saat pekerjaan sudah jalan? Jika memang medannya berat, jangan dipaksakan dianggarkan. Ini jelas mubazir,” ujarnya pedas.

​Ia menilai pengerjaan lapangan tersebut sebagai proyek mangkrak yang merugikan negara. “Pekerjaan itu tidak selesai, seharusnya uang negara dikembalikan secara total loss (total keseluruhan), bukan dipenggal per tahap. Penggunaan uang negara yang tidak bermanfaat adalah pekerjaan sia-sia,” tegasnya.

​Tak hanya soal lapangan, Tok Agus juga mempertanyakan peran pendamping desa yang seharusnya memberikan arahan agar tidak terjadi indikasi kerugian negara. “Gimana kerja pendamping desa? Kenapa mereka membiarkan penganggaran yang tidak matang seperti ini tetap berjalan?”

​Menyikapi polemik ini, pihak media Gebraknusantara.id menyatakan akan bergerak mencari data valid ke Inspektorat Kabupaten Lingga guna memastikan apakah klaim pengembalian dana dan status SiLPA yang disebutkan Kades benar-benar sesuai dengan catatan audit resmi.

Latest News
Advertise