JAKARTA – Di tengah tantangan degradasi kualitas lahan pertanian di Indonesia, tokoh pembangunan yang juga pengusaha nasional, Alias Wello, membawa angin segar bagi sektor agraris Nusantara. Melalui perusahaannya, PT Gagas Inovasi Indonesia, pria yang akrab disapa Awe ini resmi memperkenalkan Greenwave, produk pupuk organik premium asal Korea Selatan yang kini siap didistribusikan secara tunggal di seluruh wilayah Indonesia.
Ditemui dalam sebuah sesi bincang santai di Tanjung Pinang, Alias Wello menjelaskan bahwa keputusannya membawa Greenwave ke Indonesia didasari oleh keprihatinannya terhadap kondisi tanah pertanian yang kian jenuh akibat penggunaan pupuk kimia jangka panjang.
”Greenwave bukan sekadar kompos biasa. Ini adalah Eco-friendly compost generasi terbaru yang diproduksi dengan teknologi fermentasi sempurna di Korea Selatan. Fokus utamanya adalah soil improvement—memperbaiki struktur tanah sekaligus memberikan nutrisi lengkap bagi tanaman,” ujar Alias Wello sembari menunjukkan detail teknis produk yang tertuang dalam label kemasannya.
Keunggulan dan Manfaat Nyata Greenwave
Sebagai narasumber, Alias Wello memaparkan beberapa kegunaan utama Greenwave yang menjadikannya unggul dibanding produk sejenis:
- Pemulihan Ekosistem Tanah: Greenwave kaya akan mikroorganisme bermanfaat yang mampu mengurai bahan organik di dalam tanah secara alami, sehingga kesuburan tanah kembali meningkat.
- Peningkatan Kualitas Hasil Panen: Produk ini terbukti meningkatkan rasa, warna, dan kadar gula (brix) pada buah-buahan, serta memperpanjang masa simpan hasil panen.
- Ketahanan Tanaman: Dengan fermentasi sempurna, pupuk ini membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap bakteri patogen dan penyakit akar.
- Efisiensi Penyerapan: Membantu akar tanaman menyerap nutrisi anorganik dengan lebih optimal, sehingga penggunaan pupuk lain menjadi lebih efisien.
Inovasi Lokal dengan Standar Global
Alias Wello menegaskan bahwa PT Gagas Inovasi Indonesia tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi memiliki visi besar untuk membangun kemandirian pangan. Beliau berencana membangun pabrik produksi Greenwave di dalam negeri untuk memastikan ketersediaan stok dan harga yang terjangkau bagi petani lokal.
”Sebagai putra daerah, visi saya adalah melihat petani kita maju dengan teknologi terbaik. Greenwave sudah teruji di Korea untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran daun, umbi-umbian, hingga tanaman pangan dan buah-buahan. Kita ingin teknologi ini juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani di pelosok Nusantara,” tambah Awe.
Sosialisasi dan Panduan Penggunaan
Dalam upaya sosialisasi ini, Alias Wello juga menekankan pentingnya cara penggunaan yang benar agar hasil maksimal. Greenwave disarankan untuk ditebar merata pada lahan dan diolah (rotari) 2-3 kali, kemudian didiamkan sekitar 5 hari sebelum penanaman dilakukan. Dosis yang dianjurkan adalah 1.200 hingga 2.000 kg per 1.000 meter persegi, tergantung pada jenis komoditas tanaman.
Dengan hadirnya Greenwave di bawah naungan PT Gagas Inovasi Indonesia, masa depan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia kini memiliki fondasi yang kuat.
“Greenwave: Inovasi Korea, Kebanggaan Nusantara – Hanya melalui PT Gagas Inovasi Indonesia.”