Kualitas Air Proyek Pamsimas Diragukan Warga, Kades Posek: “Air Layak Minum dan Upaya Maksimal Sudah Dilakukan”

Lingga, 14 Juli 2025 – Kepala Desa Posek, Azman, secara tegas membantah kabar yang menyebut proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Pulau Mas sebagai “asal jadi” dan airnya “tidak layak minum”. Dalam wawancara eksklusif (12/07), Azman memaparkan jawaban yang menurutnya belum diungkap secara utuh, sambil menegaskan komitmennya sebagai pemimpin desa.
Poin-Poin Bantahan Kades Azman
1. Inisiatif dan Lobi Pemerintah Desa
Azman menekankan bahwa proyek ini menjadi sangat berarti bagi warga karena sulitnya akses air bersih yang dihadapi sebelumnya, walaupun bukan program inisiatif desa, melainkan program nasional yang dikelola oleh pemerintah pusat dan provinsi. Keberhasilan “menjemput” agar terselenggaranya program tersebut di Desa Posek tidak lepas dari upaya lobi intensif yang dilakukannya:
“Sebagai Kepala Desa, saya telah berjuang mati-matian melalui lobi-lobi ke Dinas PUPR Kabupaten dan Fasilitator Pamsimas Provinsi agar Desa Posek termasuk dalam prioritas penerima program. Proses ini memakan waktu hampir dua tahun dan melibatkan verifikasi lapangan ketat,”.
2. Kelayakan Air Telah Teruji Secara Formal
Menanggapi klaim air tidak layak konsumsi, Azman mengatakan bahwa kualitas air tersebut sudah melalui prosedur resmi dari tim verifikasi Pamsimas yang menyatakan air memenuhi standar Permenkes:
“Air sumber kami berasal dari mata air alami di kawasan hutan Pulau Mas. Hasil uji kimia dan mikrobiologi menunjukkan parameter pH, bakteriologis, dan kandungan mineral masih dalam ambang aman. Kalaupun ada warga yang hingga tidak mengkonsumsi air tersebut kemungkinan hanya faktor psikologis dan kebiasaan saja”.
3. Faktor Psikologis Masyarakat
Azman mengakui sebagian warga masih enggan memanfaatkan air Pamsimas, tetapi hal ini disebabkan faktor kebiasaan, bukan ketidaklayakan teknis:
“Masyarakat kami terbiasa minum air hujan atau air kemasan. Peralihan ke air tanah yang disalurkan melalui pipa memang butuh adaptasi. Ini persoalan kepercayaan, bukan kualitas,”.
Dukungan dari Pihak Terkait
– Samsudin (Pengurus Pamsimas Pulau Mas): “Selama ini, kami bersama pihak Pemerintah Desa Posek senantiasa menjaga agar keberlangsungan program pemanfaatan air Pamsimas ini agar dapat berjalan dengan lancar, sebab jika dalam 3 hari saja aliran air bermasalah, kemungkinan masyarakat akan resah dan kesulitan”.
– Steven (Pengurus Pamsimas Wasian, Sulut):
“Kasus seperti di Posek juga terjadi di daerah lain. Air yang awalnya dianggap ‘tidak layak’ seringkali hanya karena persepsi. Solusinya perlu pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan untuk mengedukasi perilaku hidup bersih”.
– Penelitian Purwosari II (2023):
Studi menunjukkan resistensi masyarakat terhadap air Pamsimas kerap dipicu oleh kurangnya sosialisasi, bukan semata faktor teknis. Rekomendasinya: Pemerintah Desa perlu mengalokasikan dana khusus untuk edukasi berkelanjutan .
Upaya Perbaikan yang Sedang Dijalankan
Azman menyatakan sedang mengoordinasikan langkah-langkah strategis, diantaranya, Pendekatan Budaya melalui kolaborasi dengan tokoh adat dan kader kesehatan desa dalam memberikan sosialisasi terhadap keamanan konsumsi air Pamsimas tersebut.
Beliau juga mengungkapkan Tantangan Struktural di balik Proyek Pamsimas tersebut, Azman juga menyoroti akar masalah yang sering diabaikan:
“Program Pamsimas adalah proyek top-down. Desa hanya menerima petunjuk teknis dari fasilitator kabupaten. Jika ada kesalahan desain atau implementasi, kami tidak punya kewenangan mengubah tanpa persetujuan pusat.”
Hal ini diamini oleh studi Tata Kelola Pamsimas di Desa Grinting (2022) yang menemukan bahwa kegagalan program sering bersumber dari koordinasi hierarkis yang kaku, bukan semata kelalaian desa .
Penutup: Komitmen untuk Keberlanjutan
Meski menghadapi kritik, Azman berjanji tidak akan menyerah:
“Saya akan pertanggung jawabkan proyek ini hingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Air adalah hak dasar warga, dan saya sebagai Kepala Desa wajib memastikan hak itu terpenuhi.”
Dia juga mengundang masyarakat dan media untuk langsung menguji kualitas air di sumber Pamsimas Pulau Mas, sembari menegaskan:
“Kami terbuka untuk evaluasi, tetapi tolong jangan menghakimi tanpa data.”
Sebelumnya dilaporkan, berdasarkan pantauan dilokasi proyek Pamsimas terlihat pemasangan pipa yang asal-asalan, bahkan untuk penyambungan pipa digunakan lakban yang tidak memenuhi standar. Pipa juga tidak dilakukan ditanam hingga sangat rentan akan kerusakan. Tidak hanya tidak dapat digunakan untuk air minum proyek Pamsimas ini juga akan tidak dapat memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat Pulau Mas.

Salah seorang Tokoh Masyarakat, Ahong Tan mengatakan, “lokasi pembangunan bak penampungan dan air diperoleh dari sumber air yang diragukan kualitasnya tanpa penyaringan. Air hanya dapat digunakan untuk mandi,” kata Ahong Tan, salah seorang warga kepada media ini, Sabtu (12/7/2025).
Dikatakan, saat ini air dari proyek Pamsimas tersebut hanya digunakan masyarakat hanya untuk kebutuhan mandi. Untuk air minum masyarakat harus membeli air bersih dari warga yang memilki sumber air dari sumur bor.
Laporan: Eka Arie Sandy







