Kesungguhan Pemerintah Kecamatan Wujudkan Kesejahteraan, Listrik PLN 14 Jam Segera Dinikmati Warga Desa Pulau Lalang

LINGGA, 25 Mei 2025 – Pemerintah Kecamatan Singkep Selatan membuktikan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan dasar masyarakat melalui persetujuan proyek pengaliran listrik PLN di Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Setelah melalui proses aspirasi yang intens, PLN merespons positif usulan Camat Singkep Selatan bersama perangkat desa untuk menghadirkan listrik selama 14 jam sehari di pulau terpencil yang berbatasan dengan Provinsi Jambi tersebut.

Camat Singkep Selatan, Munzilin Hasibuan, menegaskan bahwa penyelesaian masalah kelistrikan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Ini adalah langkah konkret kami. Sejak awal, kami bersama perangkat desa aktif mendorong usulan ini hingga disetujui PLN. Proyek ini ditargetkan tuntas pada Agustus 2025,” ujarnya dengan penuh optimisme, Sabtu (24/5/2025).

Munzilin, yang akrab disapa Moro, menyatakan bahwa upaya ini merupakan prioritas hasil Musrenbang Kecamatan 2025. Awalnya, solusi sementara menggunakan tenaga surya (solar cell) sempat diusulkan, namun pemerintah kecamatan bersikeras mengajukan skema lebih berkelanjutan melalui jaringan PLN. “Kami tidak ingin setengah-setengah. Dengan dukungan PLN, masyarakat bisa menikmati listrik yang stabil dan mendukung produktivitas,” tegasnya.

Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari kolaborasi solid antara pemerintah kecamatan, desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang gencar melakukan sosialisasi kepada warga. Meski skema mandiri mengharuskan partisipasi masyarakat dalam biaya pemasangan, Munzilin yakin hal ini tidak menjadi kendala. “Masyarakat sudah lama menanti. Selama ini mereka membayar Rp130-150 ribu per bulan hanya untuk listrik 5 jam sehari. Dengan PLN yang 14 jam, biaya justru lebih efisien,” paparnya.

Dukungan listrik 14 jam ini diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa. Akses penerangan dan daya yang memadai diharapkan membuka peluang usaha, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperlancar komunikasi—aspek krusial bagi wilayah terpencil seperti Pulau Lalang.

“Ini momentum kebangkitan. Pemerintah hadir bukan sekadar memenuhi hak dasar, tetapi memastikan masyarakat bisa mandiri secara ekonomi,” pungkas Munzilin. Dengan langkah strategis ini, Desa Pulau Lalang diprediksi akan mengalami transformasi signifikan menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

(Eka Arie Sandy)

Latest News
Advertise