Lingga, 22 Mei 2025 – Gelombang protes siap mengguncang Kantor Syahbandar Dabo Singkep! Koordinator Melayu Raya Lingga, Zuhardi, bersama puluhan massa dari Desa Marok Tua dan sejumlah tokoh pemuda Singkep Barat, bakal menggelar aksi demonstrasi Senin, 26 Mei 2025. Tuntutannya: hentikan praktik “abal-abal” penerbitan izin jeti dan kapal pengangkut bijih bauksit PT Hermina Jaya!
Aksi Tegas Menuntut Keadilan
Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (21/5), Zuhardi menyebut pihak Syahbandar Dabo Singkep diduga main mata dengan korporasi, mengeluarkan izin tanpa transparansi. “Ini bukan sekadar demo, tapi perang melawan ketidakadilan! Proses perizinan sarat ketidakwajaran, merugikan hak nelayan dan warga pesisir!” tegas Zuhardi dengan nada tinggi.
Aksi ini menjadi puncak kegerahan warga setelah laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pencatutan nama organisasi dalam sejumlah izin. “Kami sudah kumpulkan bukti. Hari ini surat pemberitahuan demo resmi kami serahkan ke Polres Lingga. Tidak ada kompromi untuk mafia izin!” tambahnya.
Desakan Reformasi Sistem Perizinan
Zuhardi menuding izin jeti (dermaga) dan izin berlayar yang dikeluarkan Syahbandar mengancam ekosistem pesisir dan memuluskan eksploitasi bauksit ilegal. “Masyarakat Lingga bukan penonton! Kami minta audit terbuka dan pencabutan izin yang cacat prosedur!” serunya.
Salah satu Satgas Melayu Raya, juga menyoroti isu hoax yang dinilai sengaja disebar untuk kriminalisasi aktivis. “Ada oknum yang bikin narasi seolah kami provokator. Ini upaya pengalihan isu! Kami siap lawan di meja hukum!”
Syahbandar Bungkam, Masyarakat Siaga
Hingga berita ini diterbitkan, Otoritas Syahbandar Dabo Singkep masih tutup mulut menanggapi rencana demo. Padahal, aksi ini diprediksi bakal diikuti ratusan massa dari 12 desa di Lingga.
Bakal jadi panas atau damai? Jawabannya tergantung respons cepat pemerintah. Jika tuntutan diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang protes akan menjalar ke tingkat provinsi.(EAS)







