Lingga – Kualitas Pemukiman masyarakat Kabupaten Lingga akibat dampak Ekonomi, mendorong Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) se-Kabupaten Lingga menjadi salah satu fokus utama dalam rencana kerja pasangan calon Bupati Lingga nomor urut 02, Alias Wello dan Muhammad Ishak, program tersebut termuat dalam Proyek Strategis Awe-BISA.

Alias Wello mengatakan bahwa Program ini dibuat untuk peningkatan kualitas rumah yang menjadi salah satu faktor penentu kesejahteraan masyarakat. Menurutnya rumah merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki selain sandang dan pangan. Rumah sebagai tempat berlindung, mempertahankan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Di tengah himpitan ekonomi, Mahalnya biaya membangun rumah yang layak menjadi sangat sulit. Namun rumah sebagai tempat berlindung setiap keluarga tetap harus dibangun, akibatnya rumah yang dihasilkan belum memenuhi kriteria rumah layak huni. Melalui Program ini, jumlah keluarga yang menempati rumah tidak layak dapat ditekan”, ungkap Alias Wello di posko Pemenangan Awe-BISA Dabo Singkep, Rabu (16/10).

Kesulitan akibat masalah ekonomi membuat kemampuan masyarakat untuk membangun rumah yang layak menjadi sulit. Kebanyakan masyarakat masih mencari tempat tinggal atau membangun rumah dengan kemampuan seadanya, sehingga jumlah rumah-rumah yang tidak layak huni semakin tumbuh dan berkembang di Kabupaten Lingga.

Ironisnya, saat ini Kabupaten Lingga masih menghadapi masalah ekonomi yang berkepanjangan, pengangguran, dan pendapatan masyarakat yang rendah membuat kemiskinan masih belum bisa teratasi, hal tersebut menurut Alias Wello menjadi masalah serius yang perlu diperhatikan. Masalah tersebut, tentunya memiliki dampak dan pengaruh terhadap kebutuhan para warga masyarakat, khususnya kebutuhan pokok dan tempat tinggal.

Permasalahan rumah tidak layak huni di Kabupaten Lingga menjadi salah satu masalah yang ingin diselesaikan, Awe-BISA melihat masalah tersebut harus menjadi perhatian, sebab menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan bercita-cita agar seluruh keluarga di Indonesia menempati tempat tinggal yang layak sehat aman dan legal, namun pada kenyataannya banyak masyarakat tidak mampu menjangkau rumah yang legal, sehat, dan memenuhi syarat.

“Jika program perbaikan RTLH dapat terus ditingkatkan, kedepannya kita harapkan agar tidak ada lagi keluarga di Kabupaten Lingga menempati rumah-rumah yang tidak layak huni. Kami juga akan terus berupaya membuat langkah-langkah pembangunan disektor ekonomi agar Kabupaten Lingga tidak lagi menjadi Kabupaten termiskin di Kepri seperti yang terdata di BPS”, pungkasnya optimis.(EAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *