Oleh Eka Arie Sandy

LINGGA – Semangat sportivitas dan harapan ekonomi kembali membara di Kabupaten Lingga. Turnamen Sepak Bola akbar KOTE CUP VIII (ke-8) resmi dibuka dengan meriah pada Minggu, 30 November 2025, di Lapangan Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir.

​Perhelatan yang menyediakan total hadiah fantastis senilai Rp60 Juta ini dibuka langsung oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar, dan diikuti oleh 32 tim terbaik. Edisi kali ini secara khusus mengusung misi strategis untuk menjadi penggerak roda perekonomian rakyat.

​📈 Bupati Nizar: Turnamen Tingkatkan Daya Beli UMKM Lokal

​Bupati Lingga, Muhammad Nizar, tidak hanya mengapresiasi pelaksanaan olahraga, tetapi secara khusus menyoroti dampak positif turnamen terhadap sektor non-olahraga. Beliau mendukung penuh inisiatif ini, terutama dalam kaitannya dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Saya menyambut baik kegiatan olahraga seperti sepak bola yang akhir-akhir ini marak digelar di beberapa daerah. Sebab, kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM lokal,” tegas Bupati Nizar dalam arahannya.

​Pernyataan Bupati ini menguatkan tekad Panitia Pelaksana, yang dipimpin oleh Arafik. Arafik sebelumnya telah menjelaskan bahwa KOTE CUP VIII sengaja dijadikan opsi strategis untuk mengembangkan UMKM lokal di tengah pelemahan ekonomi, dengan menyediakan ruang bagi para pedagang kecil di sekitar area acara.

​Kades M. Rifani Soroti Inovasi dan Soliditas Panitia

​Keberhasilan acara ini juga tak lepas dari peran Kepala Desa Kote, M. Rifani yang memastikan dukungan penuh. Kades M. Rifani secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran panitia yang dikomandoi oleh Arafik atas dedikasi mereka.

​”Pihak desa dan Panitia selalu bekerja sama dan berkoordinasi erat. Keberhasilan KOTE CUP hingga edisi VIII ini adalah buah dari soliditas dan kepercayaan,” ujar Kades M. Rifani.

​Format ‘Liga Champions’ untuk Kesempatan Bertanding Maksimal

Turnamen yang total menyediakan hadiah fantastis senilai Rp60 Juta ini diikuti oleh 32 tim sepak bola terbaik dari seluruh penjuru Lingga. Panitia Pelaksana, yang diketuai oleh Arafik, secara revolusioner memperkenalkan format pertandingan baru.

​”Untuk memastikan setiap tim mendapatkan pengalaman bertanding yang maksimal dan adil, kami menerapkan sistem grup (keliling) pada fase penyisihan. Format ini bertujuan untuk memaksimalkan kesempatan, di mana setiap tim mendapat kesempatan minimal 3 kali bertanding—seperti format yang diterapkan di Liga Champions Eropa atau Piala Dunia,” jelas Arafik.

​Inovasi format ini menjadi terobosan di Kabupaten Lingga, yang sebelumnya hampir selalu menggunakan sistem gugur (knockout) sejak awal turnamen. “Perubahan ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas kompetisi, memberikan tontonan yang lebih panjang, dan membuka peluang lebih besar bagi bibit unggul,” tambahnya.

Pesta Olahraga Berlanjut, Cabang Voli Siap Menyusul

​Bupati Lingga, Muhammad Nizar, yang secara resmi menendang bola pembuka, memuji visi Panitia. “Inisiatif ini patut dicontoh. KOTE CUP VIII membuktikan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi katalisator bagi kesejahteraan. Semoga format baru ini melahirkan atlet berprestasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Nizar.

​Untuk menambah semarak dan memperluas dampak positif, Arafik mengumumkan bahwa kemeriahan di Desa Kote akan terus berlanjut. Rencananya, turnamen cabang olahraga voli juga akan dibuka pada pertengahan turnamen sepak bola, sekitar dua minggu ke depan, menjadikan Desa Kote sebagai pusat event olahraga di Lingga.

​Dengan perpaduan inovasi format, misi ekonomi yang kuat, dan dukungan penuh dari pemimpin daerah, KOTE CUP VIII diharapkan menjadi event olahraga paling berkesan, profesional, dan berdampak di Kabupaten Lingga tahun ini.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *