LINGGA – Kejadian mengejutkan berlangsung di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Rabu (20/8/2025). Sebuah mobil pickup bermuatan penuh terjungkal saat menuruni jalur keluar kapal. Insiden itu menghebohkan penumpang dan warga sekitar, setelah ratusan dus minuman keras merek Heineken tampak berserakan di lokasi kejadian.

Sopir dan kernet hanya mengalami luka ringan, namun muatan pickup yang terkuak justru menyita perhatian. “Awalnya kami kira barang kebutuhan pokok, ternyata banyak bir, mereknya Heineken. Jumlahnya banyak sekali,” ujar salah seorang saksi mata di pelabuhan.
Namun keterangan berbeda datang dari aparat kepolisian. Kasat Polairud Polres Lingga, melalui sejumlah pemberitaan media, menyatakan bahwa tidak ada barang bukti minuman keras dalam insiden tersebut. Pernyataan itu sontak menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat.
Faktanya, beredar sejumlah foto di media sosial yang dengan jelas memperlihatkan dus-dus Heineken berserakan di pelabuhan. Kesaksian warga yang berada di lokasi pun menguatkan kebenaran kabar tersebut. “Kalau polisi bilang tidak ada, lalu yang kami lihat itu apa? Foto-foto dan orang-orang di sini jadi saksi,” tegas seorang warga Jagoh.
Perbedaan keterangan antara aparat dan bukti lapangan ini memunculkan dugaan adanya upaya menutupi kasus. Publik pun mendesak aparat untuk bersikap transparan dan mengusut tuntas asal-usul serta legalitas pengiriman ratusan dus bir itu.
Tokoh pemuda Lingga bahkan menilai peristiwa ini berbahaya jika benar miras masuk melalui jalur ilegal. “Lingga tidak boleh dijadikan jalur gelap peredaran miras. Kalau aparat menutup mata, masyarakat akan semakin hilang kepercayaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum memberikan klarifikasi lanjutan. Masyarakat kini menunggu langkah hukum yang tegas, agar peristiwa ini tidak menjadi preseden buruk bagi pengawasan distribusi barang melalui Pelabuhan Roro Jagoh.
Laporan: Eka Arie Sandy
Kacau ndok