Oleh Eka Arie Sandy
LINGGA – Ketua Projo Kabupaten Lingga, Selamat Riyadi, mengecam keras temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hilangnya uang pajak senilai Rp1,5 miliar. Dengan nada berapi-api, Selamat menyebut kasus ini sebagai puncak dari arogansi pejabat yang tega merampas hak-hak rakyat.
”Jangan anggap ini remeh. Ini bukan sekadar angka di laporan, ini adalah darah keringat rakyat Lingga yang dirampok secara sistematis,” tegas Selamat Riyadi.
“Alasan teknis? Alasan lalai? Itu omong kosong! Ini adalah kesengajaan yang terorganisir untuk membiarkan uang rakyat mengendap dan dinikmati pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”, tambahnya.
Selamat juga menegaskan Projo Lingga tidak akan tinggal diam. Pihaknya berjanji akan menjadi garda terdepan dalam mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Kami akan kawal langsung ke Kejaksaan atau Kepolisian. Kami pastikan kasus ini tidak akan menguap begitu saja. Siapa pun yang bermain api dengan uang rakyat, cepat atau lambat akan kami seret ke pengadilan. Kami akan pastikan tidak ada ruang bagi koruptor di Lingga,” pungkasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Projo Lingga tidak akan membiarkan kasus ini berakhir tanpa pertanggungjawaban hukum yang jelas.