Kepri – Terkait maraknya Pemerintah Daerah dan Kota serta Pemerintah Provinsi diwilayah Kepulauan Riau, yang kerab menerapkan metode pemilihan secara E-Furchasing atau dengan metode E-Katalog dalam pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan prasarana dan sarana milik pemerintah, terutama pada pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran DAK, kini mulai terdengar nada – nada sumbang dikalangan masyarakat penggiat kegiatan proyek pemerintah yang ada dibumi Kepri yang bergelar Bumi segantang lada ini.
Tidak hanya dari kalangan kontraktor selaku penggiat kegiatan proyek pemerintah itu saja yang mulai melontarkan kalimat tanda tanya terhadap kebijakan pemerintah itu, dari kalangan insan LSM dan Ormas pun sudah mulai menilik kearah sistem E-Katalog tersebut.
Saudara Ardiansyah alias Bang Baim, selaku aktivis yang lahir dari LSM PEDULI yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini, Dia mengungkapkan pandangannya “Memamg metode E-Katalog itu, atau lebih kita kenal dalam bahasa proyek itu metode E-Furchasing, pemilihan metode ini memang sudah ada diatur mekanismenya”
“Tetapi dalam hemat saya, metode tersebut seakan-akan memberi peluang kepada pihak Dinas untuk bermain, karena sistem tersebut lebih pada cara penunjukan langsung kepada pihak yang akan melaksanakan kegiatan proyek yang dimaksud”
“Sejogyanya pekerjaan-pekerjaan tersebut, apalagi hingga menggunakan anggaran hingga milyaran rupiah, ya apa salahnya dilakukan dengan sistem metode lelang, biar lebih fair dan lebih membuka peluang bagi teman-teman kontraktor untuk berkompetisi dalam pelelangan pekerjaan tersebut”
“Sebagai masyarakat, saya hanya bertanya “Kenapa Pekerjaan proyek Dijajaran Pemda/Pemko Dan Pemrov di Provinsi Kepri belakangan ini, Banyak Menggunakan Metode Pemilihan E-Furchasing atau metofe E-Katalog, apakah ini memang sengaja terus dilakukan untuk hal-hal tertentu?”, ya saya hanya sekedar bertanya”, sebut Bang Baim penasaran, minggu (26/01/25)
Jelas Bang Baim lagi “Karena semuanya sudah terlanjur, kepada rekan-rekan wartawan dan juga kita semua, itu didinas pendidikan provinsi Kepulauan Riau, tahun 2024 tadi banyak pembangunan prasarana dan sarana gedung SMK dan SMA yang dilaksanakan diwilayah Pemerintahan Provinsi Kepri ini”
“Saya sempat membaca ada kegiatan pembangunan gedung tempat pendidikan (SMK/SMA) yang dilaksanakan di kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, total anggarannya hingga mencapai 6,9 milyar,belum lagi yang ada dibatam dan daerah lainnya, coba dicek keberadaannya”
“Pelaksanaan pekerjaan dengan metode E-Furchasing itu perlu dilakukan pantauan pelaku kontrol sosial secara intensif, jangan kita lalai”,demikian pungkas Bang Baim mengingatkan.
Atas pandangan Bang Baim tersebut, sepertinya kita selaku insan yang sejogyanya melakukan fungsi dan tugas sebagai insan kontrol sosial, perlu lebih intens dalam menyimak saran dan pendapat Bang Baim itu. (SH)
Editor: EAS







