KEK Galang Batang Capai Rp 13,5 T, Perindo Bersuara: Investasi Wajib Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal Bintan-Tanjungpinang!

Oleh Eka Arie Sandy

BINTAN-TANJUNGPINANG – Geliat investasi triliunan rupiah di Kepulauan Riau (Kepri) mendapat lampu hijau dari kalangan politik daerah, namun dengan catatan tegas: modal besar harus sejalan dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

​Data terbaru menunjukkan, realisasi investasi Kabupaten Bintan hingga Triwulan III 2025 telah mencapai angka fantastis Rp 13,544 Triliun, melampaui target nasional sebesar Rp 9 Triliun. Sementara itu, Kota Tanjungpinang bergerak maju dengan proyek infrastruktur logistik strategis yang didanai hibah Amerika Serikat dan rencana Green Industrial Park.

​Perindo: Jangan Sampai Investasi Triliunan Jadi Tontonan

​Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bintan, Lelo Polisa Lubis, menyampaikan apresiasi sekaligus peringatan keras terkait arus modal asing (PMA) yang masif, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

​”Kami menyambut baik investasi yang sudah mencapai belasan triliun rupiah ini. KEK Galang Batang adalah harapan baru ekonomi Bintan,” tegas Lelo Polisa Lubis. “Namun, kami meminta Pemda dan pihak industri untuk tidak lengah. Jangan sampai angka investasi yang besar ini hanya menjadi tontonan bagi masyarakat lokal. Janji ribuan lapangan kerja harus diutamakan bagi putra-putri Bintan.”

​Lubis menyoroti bahwa dominasi investasi di sektor Industri Logam Dasar, yang menyumbang realisasi tertinggi, membutuhkan tenaga kerja terampil. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengakselerasi program vokasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri KEK.

​Green Industrial Park Tanjungpinang dan Prioritas Pekerja Lokal

​Senada, Ketua DPD Partai Perindo Kota Tanjung Pinang, Tan Edi, juga menyoroti pentingnya dampak sosial dari masuknya investasi.

​Tan Edi secara khusus mengapresiasi langkah strategis Tanjungpinang yang fokus pada pengembangan Green Industrial Park hasil kerja sama dengan investor Korea. Menurutnya, proyek ini membuka peluang bagi green job yang berkelanjutan.

​“Kota Tanjungpinang bergerak cerdas dengan investasi yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan. Pembangunan Green Industrial Park dan pengembangan Pelabuhan Kuala Riau melalui hibah MCC AS adalah fondasi kuat. Namun, kuncinya ada pada serapan tenaga kerja,” ujar Tan Edi.

​Ia mengingatkan komitmen awal Pemkot Tanjungpinang kepada investor Korea untuk memprioritaskan masyarakat lokal. “Kami akan kawal agar investasi di ibu kota provinsi ini benar-benar menciptakan lapangan kerja baru, bukan hanya memindahkan pekerja dari luar,” pungkasnya.

​Tingginya realisasi investasi di Bintan, yang didukung pula oleh insentif kawasan FTZ dan KEK adalah motor penggerak target pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,14% di Triwulan II 2025. Namun, tantangan yang dihadapi adalah memastikan lonjakan modal (padat modal) ini tidak menciptakan paradoks di mana investasi naik, tetapi tingkat pengangguran tetap menjadi isu.

Latest News
Advertise