Tanjungpinang, Gebraknusantara.idWarga pelaku usaha kecil menengah di Tanjungpinang menyatakan kekecewaan atas bantuan 17 unit gerobak bertema budaya Melayu yang sebelumnya telah diserahkan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri bersama PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Fakta di lapangan menunjukkan, sebagian besar gerobak tersebut tidak difungsikan oleh penerima bantuan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas program dan mekanisme pengadaan.

“Kalau pandai membuat dan mengadakan bantuan, tetapi kemudian tidak digunakan sesuai tujuan, jelas itu hanya jadi pajangan dan merupakan pemborosan,” tegas Sasjoni, salah seorang warga Tanjungpinang Sabtu (23/8).

Program yang digadang-gadang sebagai dukungan terhadap UMKM ini justru berpotensi gagal mencapai sasaran, sebab tidak ada pendampingan maupun monitoring pasca penyerahan. Padahal semangat awalnya adalah untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan di Kepulauan Riau.

Warga mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan serupa, agar tidak lagi mengulang pola seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat. (Red-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *