Lingga – Mustazar Ketua Tim Pemenangan Awe-BISA menilai pemberitaan terkait pernyataan Novrizal calon Wakil Bupati Nomor urut 1 dalam Pilkada Kabupaten Lingga tahun 2024 tentang klaim yang menyebutkan bahwa pembangunan Jembatan “Anak Tiri” di Desa Marok Tua berkat campur tangan Pemda dibawah kepemimpinan M. Nizar sebagai informasi sesat.

Mengutip dari Linggaterkini.com, Cabub Lingga Novrizal sempat mengatakan pembangunan jembatan di Desa Marok Tua adalah berkat campur tangan Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Muhammad Nizar. Hal tersebut dikatakan Mustazar sebagai informasi yang tidak tepat.

Sebab Pembangunan Jembatan di-Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat yang dimulai pada Tahun 2020 oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau adalah hasil usulan dan jerih payah Pemda Lingga dimasa kepemimpinan H. Alias Wello.

“Kita tau bersama pembangunan jembatan itu dimulai tahun 2020, dimana masa itu Pak H. Alias Wello yang menjadi Bupati Lingga. Bahkan masih segar dalam ingatan pada kegiatan Peletakan Batu Pertama pembangunan Jembatan di Desa Marok Tua pada tanggal 21 Juni 2020, dilakukan oleh Bapak Isdianto Plt. Gubernur Provinsi Kepri saat itu (2020) di dampingi langsung oleh Pak H. Alias Wello”, ungkap Mustazar, Kamis (03/10/2024).

Menurutnya, walaupun pada saat itu M. Nizar menjabat sebagai wakil Bupati Lingga, tidak dapat menjadi alasan untuk mengklaim secara sepihak kalau Pembangunan itu berkat campur tangan Pemda Lingga dibawah kepemimpinan M. Nizar, sementara jelas yang menjadi Pimpinan sebagai Bupati Lingga saat itu adalah H. Alias Wello.

“Jangan bodohi masyarakat dengan membangun opini yang tidak sesuai fakta yang ada, kalau ini dibiarkan, kami selaku tim pemenangan Awe-BISA merasa hal ini dapat merugikan Paslon yang kami usung. Padahal Program pembangunan Jembatan di-Desa Marok Tua itu adalah salah satu bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Lingga dibawah Kepemimpinan Bupati H. Alias Wello”, papar Mustazar.

Sementara itu mengingat kembali pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Jembatan di-Desa Marok Tua kala itu Pembangunan jembatan sepanjang 200 meter dengan lebar 4,5 meter tersebut dimulai pada tahun 2020 dari APBD Provinsi Kepulauan Riau berjumlah 22,5 miliar rupiah.

H. Alias Wello saat menyampaikan sambutannya pada Kegiatan Peletakan Batu Pertama Jembatan di-Desa Marok Tua

Bupati Lingga kala itu Alias Wello yang hadir langsung bersama Plt.Gubernur Kepri menyambut baik dan menyampaikan ungkapan kegembiraan atas realisasi pembangunan jembatan yang telah lama didambakan oleh masyrakat setempat.

“Setelah sekian lama menanti dan sudah lama diharapkan, akhirnya jembatan anak tiri (jembatan kayu di Desa Marok Tua) ini, akan menjadi jembatan emas dengan sentuhan Bapak Gubernur Isdianto. Disebut jembatan emas, karena inilah jembatan terpanjang di Kabupaten Lingga,” kata H. Alias Wello kala itu, Minggu (21/06/2020).

Beliau menyebutkan bahwa, usulan pembangunan jembatan tersebut telah lama diajukan oleh Pemkab Lingga kepada pihak Pemprov Kepri. Namun, tak kunjung terealisasi. “Setelah Isdianto menjabat Plt. Gubernur kepri, barulah rencana pembangunan jembatan ini bisa dilaksanakan,” tambahnya.

“Kita menyadari betul, tantangan yang ada bagi Pemda Lingga untuk membangun di segala bidang dengan keterbatasan anggaran yang ada. Oleh karena itu, kita patut berterimakasih kepada Pemprov Kepri yang terus membantu Kabupaten Lingga dalam mewujudkan pembangunan, khususnya jembatan Marok Tua ini. Semoga dengan adanya jembatan ini, dapat memacu gerak ekonomi di Kabupaten Lingga,” pungkasnya saat itu.

(Eas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *