Amrialis, Kadis Perkim Kota Tanjungpinang.
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id
Prinsip memberangus segala perbuatan tindak Pidana Korupsi di negeri ini, memang harus dipertahankan. Hakekatnya, tak ada ruang bagi pelaku Korupsi. Karna setiap perbuatannya, selalu merugikan negara, tapi menguntungkan diri sendiri.
Untuk menguatkannya, negara pun mendirikan Lembaga Anti Rasuah yang di sebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga Anti Rasuah yang ada juga telah menunjukkan kinerjanya. Dan tidak sedikit para pelaku Tindak Pidana Korupsi, dari kelas Teri sampai kelas Kakap telah digulungnya.
Meski demikian, tetap saja masih ada yang berani mencoba-coba. Rasa simpatik terhadap Lembaga Anti Rasuah ini, sangat nyata terlihat ditengah-tengah masyarakat. Tak tanggung-tanggung.
Beraneka ragam nama LSM yang serius membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap maupun memberi masukan terkait tindak pidana Korupsi. Dan tak sedikit pula orang yang punya modal dengan iklas merogoh koceknya untuk mendirikan sebuah LSM, yang semata-mata hanya untuk memantau pelaku tindak pidana korupsi di negeri ini.
Di Tanjungpinang misalnya. Ada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) yang kerap memperhatikan kinerja buruk para petinggi di daerah ini. Salah satunya, menyebut dirinya Pegiat Anti Korupsi. Wadah yang satu ini dikomandoi Tengku Azhar, berada di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Ketika ditemui ditempatnya biasa mangkal, lelaki asal Nangro Aceh Darussalam ini, memberi bocoran terkait anggaran pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Tanjungpinang Sesuai pantauannya, bahwa belakangan ini kondisi lampu penerangan jalan raya di kota Tanjungpinang terkesan sangat buruk. Tak sedikit ruas jalan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) sejumlah tiang lampu penerangan jalan. Namun, Bohlam nya banyak yang tak menyala,
“Saya bingung melihat dinas yang merawat dan memelihara lampu penerangan jalan di kota ini. Terlalu banyak Bohlam yang terpasang di setiap tiang lampu jalan tidak menyala. Padahal, anggaran untuk pemeliharaannya, telah disiapkan oleh Pemko melalui APBD. Dan anggaran ini digelontorkan setiap tahun. Tapi kenapa masih saja banyak yang tak tidak menyala. Saya menilai, sangat kuat indikasi korupsinya. Soalnya, kondisi lampu jalan seperti ini, memang tidak pernah berubah. Bahkan sampai bertahun-tahun. Sebutnya.
Ditambahkannya. Naahh . . . Disini saya mau tunjukkan. Kalau indikasi Korupsi nya semakin kelihatan. Sambil menunjuk kan data yang dimilikinya, pria berjanggut ini dengan gamblang menjelaskan berbagai dugaan penyimpangan terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan dan perawatan lampu jalan umum.
Rincian demi rincian pun tampak tertuang didata yang dimilikinya. Tengku juga menjelaskan, kalau data tersebut adalah temuan badan pemeriksa Keuangan tahun 2017.
Menindaklanjuti celoteh ketua Pegiat Anti Korupsi ini, akhirnya Amrialis, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tanjungpinang pun coba ditemui, guna menanyakan hal tersebut.
Dengan tenang, pejabat berkulit gelap ini menjelaskan. Pada dasarnya, dinas Perkim juga mengeluh terhadap kondisi penerangan lampu jalan yang ada di kota Gurindam ini. Pasalnya, anggaran untuk membiayai perangkat lampu jalan yang rusak, terlalu minim,
“Bagaimana kami bisa memelihara semua lampu jalan yang ada di kota ini. Sedangkan anggarannya cuma 450 juta rupiah setahun. Bayangkan aja berapa banyak lampu yang harus diganti setiap tahun. Bukan hanya itu. Anggaran itu termasuk membiayai pemasangan kabel listrik yang rusak, “katanya.
Seperti tiang lampu di batu Sepuluh itu. Lanjutnya. Kabel yang sudah terpasang, ternyata bukan kabel untuk ditanam. Setelah kami cek kemarin, kabelnya sudah pada rusak. Jadi, mau tak mau harus kami ganti semua. Jadi, kabel yang terpasang itu semua kabel baru, “bebernya di pekarangan kantornya (18/06/2019).
Masih menurut Amrialis. Tapi percayalah. Untuk tahun ini, anggaran sudah ditambah menjadi 900 juta rupiah. Makanya, saya berjanji, untuk tahun 2019 ini, Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi, akan terang benderang, ” janji Amrialis.
Ternyata, dugaan miring dari ketua Pegiat Anti Korupsi ini hanya Missmunication. Inti permasalahan terkait penerangan lampu jalan itu adalah minimnya anggaran yang digelontorkan Pemko Tanjungpinang selama ini. Mudah-mudahan, setelah penambahan anggaran, sesuai janji Kadis Perkim tersebut, Tanjungpinang akan menjadi terang benderang. (Richard).