Ratusan Penumpang Roro di Pelabuhan Jagoh Terlantar Akibat Izin Trayek Habis

LINGGA – Ratusan calon penumpang kapal penyeberangan (Roro) di Pelabuhan Jagoh, Kabupaten Lingga, terlantar sejak Minggu pagi (15/2/2026). Hingga sore hari, para penumpang yang hendak menuju Tungkal belum mendapatkan kepastian keberangkatan lantaran kapal tertahan akibat masalah administrasi.

​Aktivis tokoh pemuda Kabupaten Lingga, Ade Fariansyah, mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh habisnya masa berlaku izin trayek kapal tersebut. Menurutnya, kondisi ini merupakan bentuk kelalaian manajemen karena tidak mengantisipasi perpanjangan izin jauh-jauh hari, terutama di tengah musim libur Imlek dan menjelang bulan puasa.

​”Ini jelas kelalaian. Harusnya mereka punya plan B atau sudah mengatur perpanjangan izin trayek sebelum habis. Apalagi sekarang musim orang libur Imlek dan mau menyambut puasa,” ujar Ade dalam keterangannya.

Kronologi Kejadian

Para penumpang mengaku baru mendapatkan informasi pembatalan keberangkatan pada tanggal 14 Februari malam, saat sebagian besar dari mereka sudah terlanjur membeli tiket dan bahkan ada yang sudah berada di atas kapal. Kapal yang seharusnya berangkat menuju Tungkal pada pukul 10.00 atau 11.00 WIB pagi tadi justru tertahan dan dikabarkan akan kembali ke Batam.

Kondisi Penumpang Memprihatinkan

Ade Fariansyah menyayangkan minimnya perhatian dari pihak pengelola, dalam hal ini ASDP, terhadap kenyamanan penumpang yang terlantar di pelabuhan.

  • ​Penumpang dibiarkan menunggu tanpa kepastian di area pelabuhan.
  • ​Beberapa penumpang dikabarkan mulai mengalami gangguan kesehatan dan kelaparan.
  • ​Bahkan ada laporan penumpang yang tersengat binatang saat beristirahat di bawah pohon karena tidak adanya fasilitas penampungan yang memadai.
  • ​Pihak pengelola dinilai kurang responsif karena tidak menyediakan bantuan dasar seperti air minum atau makanan ringan bagi penumpang yang terdampak.

Kendala Koordinasi

Meski pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat dikabarkan telah berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat (Dirjen Perhubungan Darat), hingga saat ini belum ada titik terang. Ade menilai sulit untuk mendapatkan kepastian kebijakan dalam waktu singkat mengingat hari ini adalah hari libur (Minggu).

​Hingga berita ini diturunkan, ratusan penumpang masih bertahan di Pelabuhan Jagoh, menanti solusi konkret atas nasib keberangkatan mereka.

Latest News
Advertise