Oleh Eka Arie Sandy
LINGGA – Memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pergerakan penumpang di sejumlah pintu masuk menuju Kabupaten Lingga mulai menunjukkan tren peningkatan. Meski volume pengguna jasa transportasi laut, baik kapal feri maupun kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro), mengalami lonjakan, situasi di lapangan dipastikan tetap aman dan tertib.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, menyatakan bahwa lonjakan arus penumpang tahun ini memang terlihat di beberapa titik krusial, namun skalanya masih dalam batas yang bisa ditangani oleh petugas di lapangan.

”Arus Nataru tahun ini memang mengalami lonjakan, namun tidak begitu signifikan dan masih bisa kami atasi dengan baik. Beberapa titik pelabuhan pengumpan lokal seperti Sungai Tenam, Tanjung Buton, serta Pelabuhan Feri dan Ro-Ro Jagoh terpantau terkendali dan aman,” ujar Hendry saat meninjau kondisi pelabuhan.
Kesiapan Armada dan Koordinasi Lintas Sektoral
Untuk mengantisipasi kepadatan yang lebih tinggi di puncak liburan, Dishub Lingga telah mengantongi komitmen dari para operator kapal. Jika armada yang ada saat ini tidak mencukupi untuk mengangkut penumpang, pihak operator menyatakan kesediaannya untuk menambah unit armada laut tambahan.
Keberhasilan penanganan arus penumpang ini, menurut Hendry, tidak lepas dari sinergi yang solid antara Dishub dengan berbagai mitra kerja.
”Personel kami bersama mitra kerja dari Kepolisian, TNI AL, TNI AD, Syahbandar, hingga pihak agen kapal telah melakukan koordinasi dengan sangat baik. Semua personel menjalankan tugas secara kompak dalam menyikapi titik-titik kedatangan dan keberangkatan di wilayah Kabupaten Lingga,” tambahnya.
Imbauan untuk Kenyamanan Bersama
Demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pelayaran selama masa liburan ini, Kadishub Lingga memberikan beberapa poin imbauan penting kepada masyarakat dan penyedia jasa:
- Jaga Ketertiban: Pengguna jasa diminta bekerja sama dengan petugas, tetap tertib, dan tidak mengedepankan ego saat berada dalam antrean.
- Barang Bawaan: Penumpang diharapkan membawa barang secukupnya, menyesuaikan dengan kondisi dan kapasitas muatan kapal.
- Pelayanan Operator: Kru kapal dan operator diminta melakukan pengaturan penumpang dan barang secara profesional guna meminimalisir keluhan (komplain).
- Manajemen Tiket: Secara khusus, Hendry menekankan agar seluruh agen kapal memastikan tidak ada insiden tiket dengan nomor kursi ganda (double seat).

”Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik melalui kerja sama semua pihak. Fokus kami adalah memastikan warga Lingga maupun wisatawan dapat bepergian dengan selamat dan nyaman selama musim libur ini,” pungkasnya.







