Lingga — Dinas Kebudayaan Lingga menghadapi dilema awal tahun dalam prioritas infrastruktur. Meskipun Gedung Arsip dan Ruang Pamer amat diperlukan untuk mengamankan arsip budaya Melayu , perhatian anggaran difokuskan pada pemeliharaan aset cagar budaya yang memiliki nilai tinggi dalam pemanfaatan dan pariwisata.
Dinas PU Lingga telah mengalokasikan anggaran yang substansial, mendekati Rp1 Miliar, untuk merehabilitasi bangunan Replika Istana Damnah di Daik. Istana Damnah bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga venue strategis yang akan menjadi pusat kegiatan budaya besar di tahun tersebut, termasuk Kenduri Budaya. Pilihan untuk memprioritaskan proyek rehabilitasi yang akan meningkatkan visibilitas publik di awal tahun anggaran menunjukkan kecenderungan Pemkab untuk memaksimalkan dampak pariwisata yang didorong oleh event.
Menyadari adanya risiko jangka panjang terhadap pelestarian tanpa fasilitas yang memadai, Disbud Lingga memanfaatkan momentum rehabilitasi Istana Damnah untuk terus mengadvokasi pentingnya pembangunan Gedung Arsip. Hal ini menyoroti kebutuhan untuk menyeimbangkan investasi antara cagar budaya yang difokuskan pada pemanfaatan publik dan infrastruktur yang didedikasikan untuk konservasi dan kearsipan jangka panjang.