Beredar Rekaman Bagi-bagi Fee proyek di Lingga, LBM akan Laporkan ke KPK dan Kejagung RI

Lingga – Ketua Laskar Bunda Melayu (LBM) Kabupaten Lingga, Rasyid Maulana, berencana melaporkan dugaan kasus korupsi dikalangan Pemkab Lingga kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini dilakukan Rasyid setelah beredar video yang diduga terkait pembagian fee proyek di Lingga.

Dalam video berdurasi sekitar 6 menit 50 detik tersebut, Rasyid tampak tegas menyatakan bahwa LBM Lingga tidak akan membiarkan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah pihak di pemerintahan daerah terus berlangsung tanpa penanganan.

Ia menegaskan bahwa laporan ini disiapkan agar hukum ditegakkan dengan adil. Pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi tersebut harus mendapatkan sanksi yang pantas.

“Kami, Laskar Bunda Melayu, punya tanggung jawab moral untuk menjaga daerah ini dari tangan-tangan yang ingin merusak. Ini bukan masalah politik, ini soal kebenaran dan keadilan,” tegas Rasyid dalam pernyataannya.

Rasyid menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti yang akan diserahkan kepada KPK dan Kejagung dalam waktu dekat. Ia berharap agar penegak hukum bisa segera mengambil tindakan terhadap laporan tersebut.

“Kita tidak ingin daerah ini terus didera masalah akibat segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rasyid juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung langkah ini. Ia menekankan bahwa perjuangan melawan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.

Pernyataan Rasyid ini langsung menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk aktivis anti-korupsi di daerah. Mereka mendukung langkah LBM Lingga dan berharap laporan ini segera ditindaklanjuti secara cepat dan transparan oleh KPK dan Kejagung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari KPK maupun Kejagung terkait rencana pelaporan ini. Namun, publik kini menantikan langkah lebih lanjut dari Rasyid dan timnya dalam upaya membongkar dugaan korupsi yang terjadi di wilayah Lingga.

Rasyid menutup pernyataannya dengan sebuah harapan besar, “Semoga langkah ini dapat menjadi awal dari perubahan besar di Lingga, agar generasi mendatang tidak lagi mewarisi budaya korupsi yang mencoreng nama baik daerah ini”, tutup Rasyid.(EAS)

Latest News
Advertise