Kepri – Fenomena Akun-akun Fake/Bodong bermunculan jelang Pilkada kembali menjamur. Oknum-oknum pengguna media sosial yang mempunyai mental pengecut dan tidak berani bertanggung jawab banyak bermunculan dengan bersembunyi dengan akun fake atau akun bodong. Akun fake tersebut biasanya digunakan untuk mempengaruhi masyarakat dengan opini yang dibangun dari pikiran oknum dengan mental pengecut.

Akun Fake Di Kendalikan Orang Dengan Mental Pengecut dan Tidak Bertanggung Jawab

Akun Fake biasanya menjalankan tugas yang sangat hina tersebut, bertujuan untuk menggiring opini masyarakat dengan hanya menguntungkan salah satu pasangan calon, sementara untuk lawan dari Paslon yang diusungnya, Akun Fake ini kerap menebarkan fitnah, narasi negatif, ujaran kebencian dan sebagainya untuk menurunkan elektabilitas.

Biasanya, Opini yang dibangun Akun Fake dari pikiran orang pengecut yang mengoperasikan akun tersebut, biasanya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dengan Akun Fake, Orang Pengecut yang bersembunyi di belakangnya dapat bebas berpendapat di media sosial, tanpa peduli dengan norma-norma yang berlaku.

Pemanfaatan media sosial sering kali digunakan sebagai alat kampanye politik. Media sosial seperti, Facebook, Instagram, Youtube, dan TikTok sering dimanfaatkan pasangan calon sebagai media kampanye. Kapasitas politisi lokal dalam menggunakan media sosial sebagai alat kampanye sangat bervariasi, sehingga media sosial berpotensi merugikan para politisi dengan kehadiran Para Pengecut yang bersembunyi dengan Akun-akun Fake tersebut.

Bahkan dalam Pemilu, Pengecut dengan Akun Fake sering memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kampanye hitam dan negatif. Padahal media sosial dapat dimanfaatkan dengan baik untuk Kampanye politik yang bertujuan untuk menyampaikan ide-ide terbaik untuk mendapatkan dukungan publik dalam memenangkan kandidat.

Dimasa ini, Masyarakat sebagai pemilih calon pemimpin kepala daerah diharapkan berhati-hati dengan keberadaan Akun-akun Fake ini. Kenali ciri-ciri akun fake yang digunakan Buzzer di media sosial, Masyarakat sebagai pengguna medsos dapat melakukan beberapa tindakan untuk membatasi akun fake tersebut.

Jika menemukan keberadaan Akun Fake segera laporkan ke pihak developer aplikasi media sosial yang digunakan seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan TikTok. Sebagai pengguna medsos yang cerdas kita juga dapat menggunakan langkah Blokir Akun Fake agar informasi sesat yang disampaikannya dapat ditekan.(EAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *