Gebrak Nusantara.id – PT Smart Multi Finance (Smart Finance), perusahaan pembiayaan untuk modal usaha dan modal kerja, bermitra dengan Credit Bureau Indonesia (CBI), lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan tujuan menangani pembiayaan atau kredit bermasalah.
Kerja sama ini merupakan langkah yang diambil untuk membantu industri mengatasi peningkatan kasus pembiayaan bermasalah setelah restrukturisasi kredit Covid-19 di industri pembiayaan berakhir pada 17 April 2024.
Menurut Direktur PT Smart Multi Finance Asset Management, Jackson L Indra, proses analisis kredit pelanggan membutuhkan waktu lama, tetapi di sisi lain Smart Finance harus tetap responsif dalam menanggapi dinamika bisnis dalam penyaluran pembiayaan dengan tetap memerhatikan kehati-hatian.
“Dengan memanfaatkan layanan dari CBI, waktu respons API yang cepat dapat membantu Smart Finance meningkatkan layanan kepada konsumen dalam pengambilan keputusan kredit,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/4/2024).
API adalah teknologi yang memungkinkan koneksi antara perusahaan dengan layanan dan alat dari pihak ketiga. Sedangkan waktu respons API adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproses permintaan dan memberikan respons kepada klien.
Direktur Bisnis dan Layanan CBI, Anton K Adiwibowo, menjelaskan laporan kredit dan skor yang disediakan CBI dapat membantu mengelola risiko pembiayaan dan meningkatkan kinerja keuangan. “Dengan kemampuan CBI mengakses informasi kredit secara cepat, efisiensi operasional dan pelayanan kepada pelanggan dapat ditingkatkan,” kata dia.
Skor kredit yang buruk memiliki dampak negatif bagi lembaga keuangan dan nasabah, termasuk kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan persetujuan kredit pemilikan rumah (KPR).
OJK sebelumnya mengumumkan kebijakan restrukturisasi kredit Covid-19 di industri pembiayaan berakhir pada 17 April 2024. Dengan berakhirnya kebijakan tersebut, diproyeksikan tingkat kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross akan mencapai sekitar 2,48% hingga 2,55%.







